Dari Tenun Tradisional Menuju Bisnis Berizin: Mahasiswa Magister UMM Berikan Sosialisasi

Dari Tenun Tradisional Menuju Bisnis Berizin: Mahasiswa Magister UMM Berikan Sosialisasi
SMA Negeri 1 Dampit; Mahasiswa UMM Beri Pendidikan Politik Pemilih Pemula

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tiga mahasiswa program PascaSarjana Magister Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membekali pendidikan politik bagi pemilih pemula di SMA Negeri 1 Dampit. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muh. Naufal Muflih, Anis Suhartini dan Nadira Iftinan P.I. Baca selengkapnya di link di bawah ini SMA Negeri 1 Dampit; Mahasiswa UMM Beri Pendidikan Politik Pemilih Pemula
Kuliah Tamu Magister Hukum Universitas Muhammadiyah Malang

Malang – 16 September 2025, Program Studi Magister Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kuliah perdana bertema “Cyber Crime dalam Dimensi Global”. Acara yang digelar secara daring melalui platform Zoom ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 dengan jumlah lebih dari 60 peserta. Kegiatan ini menghadirkan AKP Andi Prasetyo, S.H., M.H., Kanit 3 Subdit V Ditreskrimsus Polda Bali, sebagai narasumber utama, dan dimoderatori oleh Nur Putri Hidayah, A.Md., S.H., M.H. Dosen Fakultas Hukum UMM. Dalam pemaparannya, AKP Andi menjelaskan bahwa dunia maya telah menciptakan ruang peradaban baru yang memungkinkan interaksi lintas batas, namun sekaligus menghadirkan tantangan besar dalam aspek hukum dan keamanan. Materi kuliah mencakup pengertian cyberspace, karakteristik kejahatan siber, jenis-jenis kejahatan siber yang umum terjadi, hambatan penanganannya, serta regulasi yang berlaku di Indonesia. Beberapa jenis kejahatan siber yang disoroti antara lain penipuan online, malware, phishing, carding, hacking, cyber bullying, hate speech, judi online, serta penyalahgunaan data pribadi. Narasumber menekankan bahwa kejahatan siber bersifat global, transnasional, dan borderless, sehingga memerlukan kerja sama internasional dan regulasi hukum yang adaptif. Tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum meliputi anonimitas pelaku, keterbatasan SDM dan infrastruktur forensik digital, hingga kompleksitas yurisdiksi lintas negara. Meski regulasi di Indonesia telah berkembang melalui Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektornik (UU ITE), Undang Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru tahun 2023, pembaruan hukum masih perlu dilakukan lebih cepat agar mampu mengikuti laju perkembangan teknologi. Kaprodi Magister Hukum, Dr. Herwastoeti, S.H., M.H., dalam opening speech menyampaikan bahwa kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) serta SDG 4 (Quality Education) dan kuliah perdana ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang kejahatan siber, kesadaran kritis akan urgensi hukum siber, kemampuan analisis kasus secara global, wawasan praktis penegakan hukum, serta kesiapan menjadi akademisi dan praktisi hukum yang adaptif dan berdaya saing di era digital. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dinamis, menunjukkan antusiasme tinggi mahasiswa terhadap topik ini. Kuliah perdana ini berhasil menciptakan suasana akademik yang kritis dan inspiratif, sekaligus memperkuat komitmen Magister Hukum UMM untuk mencetak akademisi dan praktisi hukum yang siap menghadapi tantangan era digital.
Magister Hukum Memperoleh Akreditasi “Unggul”

Kabar gembira datang dari Program Studi Magister Hukum, Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyanh Malang berhasil meraih status Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pencapaian ini diumumkan secara resmi melalui SK BAN-PT Nomor 7077/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/S2/VII/2025. Akreditasi Unggul merupakan peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi nasional yang menunjukkan bahwa program studi tersebut telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi yang sangat baik, mencakup aspek kurikulum, dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, dan sarana prasarana. Kepala Program Studi Magister Hukum, Dr. Herwastoeti, M.Si. menyampaikan bahwa akreditasi Unggul ini menjadi motivasi tambahan untuk terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas lulusan. “Dengan status Unggul ini, lulusan kami akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional,”.